ANAK KABUT
Halo
kembali lagi di blog saya yang akan menceritakan naskah monolog yang berjudul “Anak
Kabut” yang saya saksikan pada hari Kamis, 29 Oktober 2015 pada pukul 10.00 WIB
yang bertempatan di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan. Naskah monolog ini
merupakan teks yang menampilkan seseorang peran yang sama sekali tidak ada
percakapan dengan pemeran lain tetapi melainkan berbicara dengan foto.
Film
“Anak Kabut” ini merupakan karya dari Soni Farid Maulana salah satu mahasiswa
di Universitas Pendidikan Indonesia. Di sutradarai oleh Gustri Yurizal, mereka
yang akan mengikuti perlombaan di Palembang. Dan sekarang saya akan
menceritakan cerita yang ada didalam film “Anak Kabut” ini.
Pada awalnya
ada seorang wanita yang dating dengan keadaan yang selesai mandi bersama handuk
yang menempel diatas kepalanya, dan ia menghampiri kaca dan kemudian berbicara
dihadapan kaca lalu ia berkata bahwa ia ingin memiliki simbol yang menandakan
bahwa itu adalah simbol ciri miliknya, dan salah satu simbol itu adalah sebuah
tato.
Wanita itu lebih memilih ditato naga
di salah satu bagian tubuhnya, pembicaraan tersebut seolah – olah seperti
sedang berbicara dengan lawan bicaranya tapi bukan itu yang saya temukan, melainkan
berbicara dengan sebuah foto yang menempel di dinding kamarnya yang dapat
dipahami bahwa foto tersebut adalah suaminya yang telah tiada.
Wanita itu
berbicara dengan nada memaksa terhadap foto suaminya agar suaminya mentato ia
dengan segenap cintanya, naga dan hanya naga yang ia inginkan bukan kupu – kupu
atau bunga seperti simbol wanita. Orang – orang zaman dulu berpendapat bahwa
orang yang ditato itu merupakan nara pidana tapi sekarang bukan hanya
narapidana saja menurut wanita itu.
Ia menceritakan
kehidupannya dulu bersama suaminya itu, tidak lama kemudian wanita itu
mengambil buku yang ada di rak bukunya dan dibuka dengan sebuah puisi yang ia
bacakan dan bermaksud untuk membacakan kepada suaminya di foto tersebut. Didalam
puisi tersebut mengisahkan cerita kehidupannya juga, ia masih terbayang dan
meratapi nasibnya yang dulu kala.
Disaat ia
merenung lalu ia teringat kembali kejadian dulu yang ia alami disaat suaminya
terbunuh pada bulan Mei dan wanita tersebut diperkosa oleh orang yang tidak
bertanggung jawab dan tidak mempunyai perasaan dengan mukanya yang kecut dan
mengerikan baginya. Dan banyak berita suaminya itu dikatakan bahwa hilang
dibakar api di sebuah gedung bertingkat oleh seorang provokator yang lepas
tanggung jawab, da nada yang bilang bahwa suaminya dibunuh.
Suaminya itu
hanyalah seorang buruh bangunan yang berpendidikan sebagai sarjana di sebuah
Universitas. Wanita itu tidak terima dengan adanya orang – orang yang licik
akan jabatan dan harta yang didapat dengan cara korupsi dan lain sebagainya. Ia
menyebutnya naga yang lapar akan jabatan. Hingga sekarang Ia masih belum bisa
lupa akan kehilangan suaminya, dengan selalu terbayang kehadiran suaminya. Disaat
ia mendengarkan lagu, lalu ia mengambil sebuah kemeja yang ia jadikan sebagai
teman dansanya yaitu suaminya.
Ia juga
bercerita bahwa ia telah kehilangan tujuan hidup dan takut untuk maju ke depan
karena trauma akan masalahnya yang kelam dahulu. Ia selalu teringat kejadian
pemerkosaan tersebut yang membuatnya berkata – kata bahwa “wanita itu bukan
hanya sebuah daging yang enak dipandang melainkan untuk ditunggangi juga”.
Ia berbicara
terhadap dirinya sendiri dengan berkata bahwa ia sangat merindukan suaminya,
suami yang baik yang selalu ada untuk dirinya. Dari inti cerita ini ialah
wanita yang masih belum bisa menerima keadaan bahwa ia telah ditinggalkan
suaminya yang berbeda alam. Dan ia masih belum bisa menerima akan masa lalunya
yang kelam saat pemerkosaan itu terjadi. Ya intinya sih cewe itu belum move on
dari masa lalunya….
Sekian yang
dapat saya ceritakan tentang film yang berjudul “Anak Kabut” ini. Makna dari
cerita tersebut adalah wanita yang harus tetap hidup dengan menjalani hidup
yang punya pengalaman menyedihkan. Sampai kapan pun wanita tetrsebut akan tetap
ingat kepada hal yang melecehkan dirinya. Pesannya jangan terus berada dimasa
lalu, masih ada masa depan yang lebih baik dari kita yang menunggu kita di masa
yang akan datang.
Sekian
dan terimakasihJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar