Jumat, 06 November 2015

ANAK KABUT

            Halo kembali lagi di blog saya yang akan menceritakan naskah monolog yang berjudul “Anak Kabut” yang saya saksikan pada hari Kamis, 29 Oktober 2015 pada pukul 10.00 WIB yang bertempatan di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan. Naskah monolog ini merupakan teks yang menampilkan seseorang peran yang sama sekali tidak ada percakapan dengan pemeran lain tetapi melainkan berbicara dengan foto.
            Film “Anak Kabut” ini merupakan karya dari Soni Farid Maulana salah satu mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia. Di sutradarai oleh Gustri Yurizal, mereka yang akan mengikuti perlombaan di Palembang. Dan sekarang saya akan menceritakan cerita yang ada didalam film “Anak Kabut” ini.
            Pada awalnya ada seorang wanita yang dating dengan keadaan yang selesai mandi bersama handuk yang menempel diatas kepalanya, dan ia menghampiri kaca dan kemudian berbicara dihadapan kaca lalu ia berkata bahwa ia ingin memiliki simbol yang menandakan bahwa itu adalah simbol ciri miliknya, dan salah satu simbol itu adalah sebuah tato.
            Wanita itu lebih memilih ditato naga di salah satu bagian tubuhnya, pembicaraan tersebut seolah – olah seperti sedang berbicara dengan lawan bicaranya tapi bukan itu yang saya temukan, melainkan berbicara dengan sebuah foto yang menempel di dinding kamarnya yang dapat dipahami bahwa foto tersebut adalah suaminya yang telah tiada.
            Wanita itu berbicara dengan nada memaksa terhadap foto suaminya agar suaminya mentato ia dengan segenap cintanya, naga dan hanya naga yang ia inginkan bukan kupu – kupu atau bunga seperti simbol wanita. Orang – orang zaman dulu berpendapat bahwa orang yang ditato itu merupakan nara pidana tapi sekarang bukan hanya narapidana saja menurut wanita itu.
            Ia menceritakan kehidupannya dulu bersama suaminya itu, tidak lama kemudian wanita itu mengambil buku yang ada di rak bukunya dan dibuka dengan sebuah puisi yang ia bacakan dan bermaksud untuk membacakan kepada suaminya di foto tersebut. Didalam puisi tersebut mengisahkan cerita kehidupannya juga, ia masih terbayang dan meratapi nasibnya yang dulu kala.
            Disaat ia merenung lalu ia teringat kembali kejadian dulu yang ia alami disaat suaminya terbunuh pada bulan Mei dan wanita tersebut diperkosa oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak mempunyai perasaan dengan mukanya yang kecut dan mengerikan baginya. Dan banyak berita suaminya itu dikatakan bahwa hilang dibakar api di sebuah gedung bertingkat oleh seorang provokator yang lepas tanggung jawab, da nada yang bilang bahwa suaminya dibunuh.
            Suaminya itu hanyalah seorang buruh bangunan yang berpendidikan sebagai sarjana di sebuah Universitas. Wanita itu tidak terima dengan adanya orang – orang yang licik akan jabatan dan harta yang didapat dengan cara korupsi dan lain sebagainya. Ia menyebutnya naga yang lapar akan jabatan. Hingga sekarang Ia masih belum bisa lupa akan kehilangan suaminya, dengan selalu terbayang kehadiran suaminya. Disaat ia mendengarkan lagu, lalu ia mengambil sebuah kemeja yang ia jadikan sebagai teman dansanya yaitu suaminya.
            Ia juga bercerita bahwa ia telah kehilangan tujuan hidup dan takut untuk maju ke depan karena trauma akan masalahnya yang kelam dahulu. Ia selalu teringat kejadian pemerkosaan tersebut yang membuatnya berkata – kata bahwa “wanita itu bukan hanya sebuah daging yang enak dipandang melainkan untuk ditunggangi juga”.
            Ia berbicara terhadap dirinya sendiri dengan berkata bahwa ia sangat merindukan suaminya, suami yang baik yang selalu ada untuk dirinya. Dari inti cerita ini ialah wanita yang masih belum bisa menerima keadaan bahwa ia telah ditinggalkan suaminya yang berbeda alam. Dan ia masih belum bisa menerima akan masa lalunya yang kelam saat pemerkosaan itu terjadi. Ya intinya sih cewe itu belum move on dari masa lalunya….
            Sekian yang dapat saya ceritakan tentang film yang berjudul “Anak Kabut” ini. Makna dari cerita tersebut adalah wanita yang harus tetap hidup dengan menjalani hidup yang punya pengalaman menyedihkan. Sampai kapan pun wanita tetrsebut akan tetap ingat kepada hal yang melecehkan dirinya. Pesannya jangan terus berada dimasa lalu, masih ada masa depan yang lebih baik dari kita yang menunggu kita di masa yang akan datang.

Sekian dan terimakasihJ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar